Cetak Ini | Kembali ke Artikel

logo

Pelayanan Revive Israel

©Januari 21 Pelayanan Revive Israel

Pandangan Islam Dunia Barat

Oleh Betty Intrater

Dalam bukunya, In the Land of Invisble Women (Sourcebooks, 2008), Dr. Qanta Ahmed menjelaskan pengalaman kepercayaan dan kebudayaannya sebagai seorang wanita Muslim di Arab Saudi. Pada satu titik ia melihat sebuah pasangan Saudi berbusana bagus menyewa sebuah video film Al Pacino, “The Devil’s Advocate” untuk ditunjukan kepada anak perempuan mereka.

Ahmed menulis (hal. 405): Saya terkejut. Film ini diimajinasikan sebuah dunia dimana Pacino memerankan Setan. Ada banyak kelompok seksual dari film ini. Kekerasan ekstrim dan dianggap melawan kaum lemah, interpretasi berkilau dari zaman modern New York.

Ahmed kemudian bertanya mengapa mereka ingin menunjukan film ini kepada anak perempuan mereka. Pasangan itu menjawab: “Kami menginginkan anak perempuan kami memahami semua hal, apakah itu yang sangat jahat tentang dunia barat, terutama Amerika. Kami percaya kami dapat mengarahkan ia pada gambaran yang benar dari dunia korup dan rendahan. Saya ingin menginformasikan anak perempuan saya.”

Banyak Muslim melihat sex, korupsi dan kekerasan dalam film Hollywood sebagai sebuah gambaran yang benar dan nyata dari kehidupan lingkungan Amerika dan menyimpulkan budaya Kristen secara keseluruhan. Kiranya Tuhan memberi kita anugerah untuk memisahkan Injil yang benar, nilai-nilai Yahudi-Kristen dari gambaran “Harlot yang Besar” (Wahyu 17) disiarkan ke seluruh dunia melalui media dan industri hiburan!


Umat Israel yang Baru Percaya

Berdoalah untuk M’, seorang yang baru percaya dengan latar belakang jabatan yang tinggi di pemerintahan Israel; untuk E’, guru pembentukan Alkitab di Sekolah Menengah Atas di Israel; dan Y’, seorang Israel yang tinggal di Amerika Serikat. Berdoalah untuk pewahyuan bagi mereka bertiga saat mereka membaca Perjanjian Baru dan buku Asher “Who Ate with Abraham?” Berdoa untuk keamanan, kerendahan hati, dasar-dasar pemuridan, kebaktian jemaat, daan untuk kesaksian-kesaksian mereka agar tetap murni dan penuh kuasa. Untuk Rachel dimana ia telah membarui aktifitas di pusat penjangkauan Rumah Netanel.


Danny Ayalon dalam Pengungsian

Danny Ayalon adalah seorang anggota Knesset dan Deputi Kementerian Luar Negeri, aktif dalam kerjasama antara pemerintahan Israel dan komunitas Kristen internasional. Disini tersedia video 5 menit dengan grafis dimana ia menjelaskan tentang masalah sejarah pengungsi Palestina dari sudut pandang seorang Israel. (dengan mengklik pada tombol “CC” tombol pada sisi kanan bawah, Saudara akan menemukan alih bahasa dalam berbagai macam bahasa.) http://www.youtube.com/watch?v=g_3A6_qSBBQ&feature=player_embedded#           


Mengingat untuk Puasa Esther

Jangan lupa untuk menandai kalender Saudara untuk “Ta’anit Esther. Menurut tradisi Israel, kita melakukan doa puasa bersama selama 12 jam dari jam 6 pagi sampai 6 sore pada hari Rabu, 7 Maret. Gereja Saudara atau para jemaat, kelompok doa atau rumah doa, diundang untuk bergabung dengan para Mesianik lokal disini di Israel untuk acara doa syafaat yang bersejarah dan strategis ini. Selengkapnya akan diberitahukan pada minggu yang akan datang.


Terang Dunia

Oleh Asher Intrater

Yeshua sangat luar biasa dan pesanNya sangat murni, saya sering bertanya-tanya kenapa ada orang tidak menerima kabar baik ini. Sebaliknya, bagaimana bisa Tuhan menghakimi seseorang hanya karena ia tidak percaya pada pesan itu? Ini terlihat tidak adil. Disini Yeshua menjawab:

Yohanes 3:19 – Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Yeshua adalah terang. Terang itu adalah kasihNya, kebenaran, anugerah dan kemurnianNya. Penampilannya kepada manusia dan pesan yang disampaikanNya merupakan sebuah ujian moral. Bagi mereka yang memiliki hati penuh anugerah akan datang kepadanya; mereka yang memiliki hati tak murni akan melawannya.

Kebenaran Injil seperti hikmat Salomo (I Raja-Raja 3). Ketika dua wanita datang kepadanya mengaku pada anak yang sama, ia mengambil sebuah pedang untuk membelah anak tersebut menjadi dua. Wanita yang memiliki hati yang tulus, berkata untuk melepaskan anak tersebut; seorang yang memiliki hati tak tulus berkata untuk membelah anak tersebut. Kemungkinan kematian dari anak yang tak berdosa itu adalah sebuah ujian moral dari hati kedua wanita tadi. Hal yang sama bagi dua orang penjahat yang disalib disebelah salib Yeshua (Lukas 23). Yang satu memiliki hati yang lembut, yang lainya memiliki hati yang keras.

Penderitaan bagi pihak yang tidak bersalah adalah satu-satunya cara untuk menguji hati manusia. Jika ada seorang anak yang baru masuk kelas sekolah dasar, “para pengganggu” akan memilih dia; ada yang akan tertawa; tapi ada yang lain yang akan bergerak pada kasih sayang. Respon dari anak tak bersalah yang menderita ini mengungkap hati setiap orang yang ada dalam kelas. Yeshua, kebenaran dan tak berdoa, menderita diatas kayu salib, mengungkapkan isi hati.

Terang didalam Yohanes 3 dapat dibandingkan dengan terang dalam Yohanes 8. Disini seorang wanita ketahuan sedang berbuat zinah. Para pemuka agama yang munafik hendak melemparinya dengan batu. Mereka dengan jelas memiliki niat yang jahat., karena mereka tidak menyertakan pria yang kedapatan dalam perzinahan dengan perempuan tersebut (Imamat 20:10), dan karena wanita tersebut benar-benar menyesal. Yeshua menegur mereka yang ingin melemparinya, kemudian berbalik pada wanita itu dan berkata

Yohanes 8:11 – Akupun tidak akan menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.

Dan kepada para jemaat Ia berkata:

Yohanes 8:12 – Akulah terang dunia.

Dalam konteks ini, Yeshua tidak hanya sebagai terang, tetapi kualitasNya untuk pengampunan dan kebenaran. Keseimbangan yang sempurna dari anugerah dan kemurnian adalah terang Yeshua. Seseorang yang tidak ingin mengampuni orang lain akan menemukan kesulitan untuk menerima berita Injil tentang pengampunan. Seseorang yang tidak ingin untuk berhenti berbuat dosa akan menemukan kesulitan untuk menerima Juruselamat yang berkata, “Jangan berbuat dosa lagi.” Ketika pemimpin-pemimpin gereja menjadi kritis berlebihan atau terlalu lunak, mereka kehilangan hati dari pesan Yeshua.

Salah satu alasan dari banyak orang Korea Selatan menerima kebenaran Injil dan orang-orang Korea Utara tidak, adalah karena komunisme telah mengisi orang-orang Korea Utara dengan kebencian kepada Amerika. Ketika banyak orang kulit Hitam di Amerika mulai membenci orang kulit Putih, mereka mulai beralih dari Kekristenan kepada Islam. Ketika kita kaum Yahudi berpikir bahwa kita lebih unggul dari bangsa-bangsa lain, lalu kita tidak dapat menerima pesan Yeshua. Ketika anak-anak muda tidak dapat mengampuni orang tua mereka, mereka akan menolak sebuah pesan pengampunan dari Tuhan. Mereka yang dicuci otak dengan penyimpangan seksual dan kekerasan tidak dapat menerima pesan yang berkata, “Jangan berbuat dosa lagi.” 


Kembali ke Artikel 2012


Mari BERDOA untuk pelayanan penginjilan kami di Israel, menumbuhkan jemaat Messianic, pusat latihan pemuridan, pujian nubuatan dan pendoa-pendoa Ibrani, dan bantuan keuangan bagi yang membutuhkan.