Cetak Ini | Kembali ke Artikel

logo

Pelayanan Revive Israel

©Januari 7 Pelayanan Revive Israel

Serangan Hacker

Asher Intrater

Pada hari Senin sebuah kelompok hackers, mengklaim berasal dari Arab Saudi, dengan nama pengguna 0xOmar, mengekspos 14.000 kartu kredit dan kode, mencuri dari server di Israel. Pada hari Selasa mereka mengungkapkan 11.000 lainnya, kali ini termasuk alamat email dan password. Mereka menyatakan tujuannya adalah “untuk merusak kehidupan keuangan dan sosial Israel karena Israel melakukan pembunuhan massal.” Dalam kata lain, ini adalah bentuk baru dari “terror-cyber” dengan motivasi politik, ras dan agama. Mari berdoa untuk pemerintah Israel agar diberikan hikmat untuk berpikir strategis bagi keamanan internet.


Yoel dan Mazmur 91



Pada minggu kedua berturut-turut, seorang anggota jemaat kita telah diserang oleh warga Muslim Arab. Yoel J’ bekerja pada shift malam di sebuah toko yang nyaman di Yerusalem. Seorang pria masuk dan muncul untuk mencuri sebungkus rokok. Terjadi saling argumen dan perkelahian. Yoel mendorongnya keluar dari toko. Kemudian dua orang lainnya muncul, salah seorang dengan sebuah rantai besi yang besar. Mereka bertiga melompati Yoel dan memukulnya dengan rantai. Yoel berhasil menahannya sendirian, tetapi harus dilarikan ke rumah sakit dimana ia mendapatkan 18 jahitan di kepalanya.

Kita berdoa untuk kesembuhan dan kegenapan dari Mazmur 91:7,10,11 – “Walau seribu rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Berdoa bersama kami dan untuk orang yang kamu kasihi. Perlindungan surgawi yang dijelaskan dalam Mazmur ini akan menjadi semakin dan semakin penting saat kita menghadapi penganiayaan akhir zaman.


Rekor Auschwitz



Pada tahun 2011 tercapai sebuah rekor jumlah pengunjung  terbesar ke kemp konsentrasi Auschwitz di Polandia: 1.400.000. Mari berdoa agar pelajaran yang benar akan dipelajari dari kebenaran bersejarah yang ditampilkan di kemp kematian ini, yang sekarang berubah menjadi museum.


Pembela atau pendakwa

I. Kata-kata yang diputarbalikan

Setan adalah pemutarbalik kata. Ketika ia menggoda Hawa pertama kali, ia berkata “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” – Kejadian 3:1. Ia memutarbalikan firman Tuhan, menggunakan sindiran-sindiran untuk meragukan karakter dan maksud Tuhan. Ini mengingatkan akan metode Setan saat ini, untuk mengakibatkan perpecahan. Ia memutarbalikan firman, yang menyebabkan ketidakpercayaan, yang menyebabkan kejahatan, yang menghasilkan perpecahan.

Semakin kita melayani Tuhan dan menjadi semakin serupa dengan Yeshua, semakin banyak yang akan menyerang untuk melawan kita dengan kesalahpahaman dan pemutarbalikan firman. Ini akan terlihat seperti seakan-akan ada orang yang menanti untuk menangkapmu dalam satu kata dan meledakannya diluar proporsi untuk menuduhmu (Lukas 20:20).

Akan ada sebuah banjir kata-kata dari mulit iblis untuk membanjirimu dengan penolakan dan  tuduhan. “Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, kearah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.” Wahyu 12:15. Kata Alehom dalam bahasa Ibrani/Arab berarti “ sebuah serangan kritik dan fitnah atas orang-orang tertentu.” Melalui salib kita dapat bangkit atas sungai iblis (Yesaya 59:19).

II. Pendakwa atau Pembela

Ketika ada ketidakpercayaan, bahkan mungkin doa-doa kita berubah menjadi negatif: memborbardir tahta Allah dengan kritik dan  keluhan saudara-saudari kita. Atau kita memberi kritik dan keluhan kepada orang lain untuk “konsultasi”, sehingga menciptakan rumor dan diskusi yang tidak baik dibelakang orang lain.

Ada dua cara untuk datang pada tahta Allah: sebagai penuduh atau pembela.

Wahyu 12:10 – “Karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
I Yohanes 2:1 – Namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.


Setan adalah pendakwa; Yeshua adalah Pembela. Di sisi manakah kita? Seseorang telah memiliki posisi sebagai pendakwa; dan seorang sebagai pembela. Peran yang mana yang kita isi? Mari kita bertanya pada diri kita: “Apakah saya ada diantara mereka yang membela saudara dan saudari saya, atau memfitnah mereka? Apakah saya seorang pendakwa saudara-saudara saya atau pembela?

III. Perjanjian dan Salib

Bagaimana kita dapat menjadi seorang pembela ketika kita merasa kita telah bersalah? Ada 2 pilihan: 1) dialog perjanjian dan 2) konfirmasi kepada salib. Jika kita mengetahui bahwa kita telah menyakiti seseorang, menjadi tugas kita untuk menghampiri dan berbaikan dengan mereka. Ini menjadi prioritas melebihi ibadah, Perjamuan Tuhan, perpuluhan dan ritual agama.

“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.“ – Matius 5:23-24.

Jika seseorang telah menyakiti kita itu juga menjadi tugas kita untuk menghampiri mereka. “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.” – Matius 18:15. Siapa yang pergi duluan? Jika ia menyakitimu – kamu pergi duluan.

Jika kamu menyakitinya – kamu pergi duluan. Dalam kedua kasus, kita memiliki kewajiban moral. Tujuannya disini bukan untuk membuktikan sisi yang lain salah, tapi untuk berdamai, untuk memulihkan hubungan, untuk memenangkan hati saudara kita. Bagian yang berbicara tentang pembicaraan perjanjian, juga berbicara sepihak, melimpah, dan pengulangan pengampunan. Ketika Petrus bertanya berapa kali ia harus mengampunisaudaranya yang menyakitinya, Yeshua menjawab, “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” – Matius 18:22. Sikap mengampuni yang penuh kasih ini adalah sikap dari salib.

Yeshua mengampuni kita meskipun kita tidak layak untuk diampuni. Sikap dari salib mendahului percakapan perjanjian. Bukan jumlah percakapan yang dapat mendamaikan jika kita tidak dipenuhi dengan roh pengampunan sepihak dari salib. Kita mengampuni seorang akan yang lain seperti Dia telah mengampuni kita (Kolose 3:13). Ini menyakitkan. Ini membutuhkan apa yang kita punya. Inilah cara salib. Inilah satu-satunya cara untuk pendamaian dan memelihara kesatuan.


Kembali ke Artikel 2012


Mari BERDOA untuk pelayanan penginjilan kami di Israel, menumbuhkan jemaat Messianic, pusat latihan pemuridan, pujian nubuatan dan pendoa-pendoa Ibrani, dan bantuan keuangan bagi yang membutuhkan.