Cetak Ini | Kembali ke Artikel

logo

Pelayanan Revive Israel

©Desember 31 Pelayanan Revive Israel

Minyak dan Perasan Minyak

By Asher Intrater

Nama Getsemani dalam bahasa Ibrani adalah “Gat Shmanim”, berarti “Perasan Minyak”. Ini adalah tempat dimana zaitun dibawa dan dihancurkan; kulit dan bijinya ditekan dengan keras dan dipisahkan. Hasilnya adalah minyak zaitun murni. Minyak adalah sebuah simbol Alkitab yang konsisten untuk pengurapan Roh Kudus. Ada sedikit keraguan bahwa Yeshua memilih tempat ini dengan tujuan mengacu pada namanya.

Kita semua menginginkan minyak; kita menginginkan pengurapan; kuasa Roh Kudus. Minyak Urapan memberikan perlindungan, perbekalan dan kelimpahan (Mazmur 23:5), hikmat dan otoritas untuk berkuasa (I Samuel 16:13), sukacita (Mazmur 45:7, Ibrani 1:9), kesembuhan dan kemerdekaan (Markus 6:13, Yakobus 5:14), terang dan pewahyuan (Keluaran 25:6, I Yohanes 2:27, Wahyu 3:18); kemampuan untuk berkotbah dan bernubuat (Yesaya 61:1), keintiman dalam penyembahan (Kidung Agung 1:3, Matius 25:3, Markus 14:3), dan banyak lagi.
Ada hubungan yang dinamis antara minyak dan perasan. Mereka adalah lawan yang menyeimbangkan satu dan lainnya. Di Gat Shmanim Yeshua memikul salib. Dia memaksa keinginannya untuk taat (Matius 26:39). Ini adalah tempat kegelapan, frustasi dan kesulitan (Matius 26:37). Ini adalah tempat penyangkalan diri (Matius 16:24); sebuah tempat untuk dihancurkan; untuk taat sampai mati; dicobai; melewati penghinaan dan penderitaan, menjadi tempat bertemunya darah, keringat dan airmata.

Minyak tentu saja terlihat lebih menarik daripada perasan minyak. Tidak ada minyak tanpa perasan. Minyak dihasilkan dari perasan minyak. Tidak ada cara lain untuk menghasilkan minyak yang benar. Di sisi lain, tujuan dari perasan adalah untuk memperoleh minyak. Menderita dalam ketaatan tanpa memperoleh minyak yang tidak sesuai hati Allah. Perasan adalah untuk minyak. Minyak dihasilkan dari perasan.


Serangan Teror atas kaum Kristen di Nigeria

By Andrew B

Pada hari Natal, beberapa gereja Kristen di Nigeria menjadi target bom bunuh diri oleh sekte Islam Boko Haram. Korban tewas dilaporkan berjumlah 45 orang dan 73 lainnya terluka. Boko Haram menyatakan bertanggung jawab atas 500 kematian dalam tahun ini saja.

Menurut Compass Direct News, bom ini telah berubah merusak Gereja Katolik St. Theresa, diluar Abuja ibukota Nigeria di Madalla,  ke sebuah situs perkabungan nasional. “Goncangan dari insiden ini sangat traumatis, “ kata Rev. Joseph Akor, dari keuskupan Minna. “Para jemaat memiliki alasan untuk takut setelah kejadian ini, tapi mereka dikuatkan oleh darah martir dan tidak menyerah dalam menghadiri Misa harian.

Serangan ini juga mengingatkan pada bom di gereja Coptic Alexandria, Mesir pada Tahun Baru Januari lalu, ini juga hasil dari serangan oleh sebuah sekte extrim Muslim. Kita harus terus berdoa untuk saudara dan saudari kita yang menghadapi penganiayaan ini dan para keluarga yang terus bertahan.


Meterai Tanah Liat Ditemukan Dibawah Kota Tua Yerusalem

By Andrew B

Sebuah meterai yang langka seukuran koin kecil bertuliskan kata Aramaik “Ketulusan untuk Tuhan” telah ditemukan di sebuah situs arkeologi didekat Tembok sebelah Barat. Para arkeolog  mengklaim bahwa tanggal meterai itu berasal dari sekitar masa penghancuran Bait yang Kedua. Karena penggalian dilarang di  Bait Mount otoritas Yahudi dan Muslim, sedikit artefak yang terkait dengan Bait dan bentuk peribadatan Yahudi yang ditemukan. Batu kecil ini adalah saksi mata tempat tinggal kaum Yahudi kuno di Yerusalem dan juga mendukung kebenaran Alkitab bahwa Tanah Israel adalah milik kaum Yahudi.


Berdoa untuk Korea Utara

By Ariel Blumenthal

Lebih dari dua minggu terakhir, kita telah melihat foto dari banyak orang Korea Utara menangisi pemimpin mereka yang telah wafat, Kim (nama keluarga) Jong Il, dan melihat kepada anaknya, Kim Jong Un. Kakeknya, Kim Il Sung dianggap sebagai “Mao” dari Korea Utara: pada masa perang, merupakan seorang pahlawan perang komunis (dilatih dan diajar oleh Uni Sovyet) sebagai alat dalam mengantar para penduduk Korea dari pendudukan Jepang, dan dari “agresi” Barat pada Perang Korea.

Seperti Mao di China atau Stalin di Rusia, cap komunis pada Kim menjadi sebuah “kultus pribadi” atas dirinya sendiri, dimana rakyat Korea Utara memanggilnya “Bapak kami yang Besar”. Sulit dibayangkan bahwa derajat kekaguman terhadap Kim, dimana foto-foto dan patung-patung dapat dilihat disetiap rumah, toko, dan sudut-sudut jalan; tidak untuk menyebutnya sebagai cuci otak, kendali pikiran, dan penyiksaan untuk tetap menjaga jutaan rakyat dari memuja apapun atau siapapun juga, termasuk Yeshua. Sistem “anti-Kris” ini  membawa penganiayaan bagi yang lemah, gereja bawah tanah di Korea Utara.

Hanya menyeberang perbatasan di Korea Selatan, selama 60 tahun terakhir terlihat pertumbuhan dari sebuah negara demokratis yang merdeka dan makmur, dan sebuah gereja telah menjadi yang terbesar kedua, dalam pengiriman misionaris ke seluruh dunia. (Setelah Amerika serikat – sebuah negara dengan populasi 6 kali lebih besar dari Korea Selatan!)

Wahyu 5:9 menjelaskan bahwa cawan di sorga, dipenuhi dengan kemenyan, menggambarkan doa para orang kudus. Dalam generasi kita, jutaan orang Korea telah mengisi cawan mereka dengan doa yang sungguh-sungguh yang didedikasikan bagi seluruh dunia. Mari bergabung dengan doa-doa mereka untuk kesembuhan dan pemulihan bagi negara mereka yang terbagi dan tercabik:

  1. Dilepaskan dari kultus penyembahan keluarga Kim – 25 juta warga Korea Utara akan melihat pria 28 tahun yang gemuk, manja dan tua dan melihat ketidakjelasan dari pengidolaan mereka.
  2. Sebuah peralihan dan penyatuan kembali yang damai dari rakyat Korea dengan kebebasan beribadah; berdoa untuk kekuatan bagi gereja yang dianiaya dan terobosan untuk penginjilan di Korea Utara.
  3. Melawan Kelaparan dan kematian, musim dingin 2011-12 ini: Sejak awal tahun 90an, telah membunuh jutaan orang di Korea Utara, dan pada musim dingin yang dapat dikatakan akan menjadi yang paling buruk. Kesalahan pengaturan dan kemunduran terus menerus berarti hanya sedikit pilihan pangan.

Disini ada beberapa tautan untuk membantu Saudara berdoa dalam :
http://vimeo.com/33269431
http://www.sagekorea.org/hall.php?lang=Eng
http://38north.org/2011/12/aabrahamian122211/


Kembali ke Artikel 2011


Mari BERDOA untuk pelayanan penginjilan kami di Israel, menumbuhkan jemaat Messianic, pusat latihan pemuridan, pujian nubuatan dan pendoa-pendoa Ibrani, dan bantuan keuangan bagi yang membutuhkan.