Cetak Ini | Kembali ke Artikel

logo

Pelayanan Revive Israel

©November 26 Pelayanan Revive Israel

Tanda-tanda Zaman

oleh Asher Intrater Seluruh Timur Tengah berada dalam masa pergolakan yang belum terjadi sebelumnya. Bentrokan- bentrokan antara kediktatoran “penjaga tua”, kelompok-kelompok Jihad militan yang mencoba mengambil alih, dan elemen-elemen liberal yang mencari kemerdekaan.

I Tawarikh 12:32 – “Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai  pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel.”
Pesan mendasar dari Alkitab bersifat universal dan kekal. Namun, setiap rasul dan nabi menyajikan pesannya dengan perspektif tertentu atau penekanan yang relevan dan sesuai dengan generasi mereka serta konteks sejarah Israel, Timur Tengah dan bangsa-bangsa.

Abraham dipanggil untuk meninggalkan Irak dan berdiam di Israel. Yusuf dipanggil untuk memimpin kaum Israel menuju Mesir dan mengatur pemerintahan disana. Musa dipanggil untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir; Yosua menaklukan tanah Kanaan; Daud mendirikan kerajaan; Yeremia menubuatkan kehancuran Israel dan kedatangan masa pengasingan; Ezra dan Nehemia membangun kembali sisa-sisa yang ada.

Yeshua (Yesus) dan para rasul berkhotbah tepat sebelum kehancuran Bait Suci kedua dan Diaspora yang besar. (Untuk alasan ini, Yeshua membandingkan kepada Yeremia  - Matius 16:14). Inilah waktunya untuk kabar baik keluar kepada bangsa-bangsa dan Gereja internasional akan didirikan. Hari ini Tuhan sedang memulihkan sisa-sisa Mesianik didalam bangsa Israel (sebuah pengembangan yang berpengaruh spiritual baik untuk Israel dan Gereja).

Lukas 12:54-55 –  “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.  Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.“

Penekanan Yeshua disini adalah satu dari sebab akibat.. Di Israel, Laut Mediterania berada di sisi barat. Jika angin bertiup dari barat,  jelas cuaca lembab akan datang. Di sisi selatan ada Gurun Negev. Karena itu, jika angin bertiup dari selatan, akan kering dan cuaca panas.

Seperti halnya ada sebab akibat dalam alam semesta, demikian juga ada sebab akibat dalam dunia spiritual. Apa yang ditabur oleh orang atau bangsa, mereka akan menuai hasil yang proporsional (Galatia 6:7). Untuk membedakan saat kita hidup, kita harus melihat sebab akibat secara spiritual dibalik semua peristiwa politik, ekonomi dan militer.

Arti dari Kemurtadan –

kutipan dari Francis Frangipane

“Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa.” (2 Tessalonika 2:3).

Kemurtadan telah dijelaskan sebagai suatu waktu penipuan dan kejatuhan yang besar dari iman yang murni di dalam Kristus. Namun, kata asli dari kemurtadan, apostasia, dalam literature Yunani kuno berarti “ sebuah pemberontakan politik”. Dari sini kita mengerti bahwa kemurtadan zaman akhir bukan hanya ketika terjadi keberdosaan dan kemunduran; ini adalah waktu pembangkangan secara terbuka dan seperti perang agreasi terhadap fondasi moral dari Tuhan. Apostasia adalah sebuah kebangkitan politik melawan hokum Tuhan.

Interpretasi dari kemurtadan ini bukan pandangan yang sempit. NIV, RSV, NEB dan terjemahan Phillips semuanya memandang kemurtadan sebagai pemberontakan. The Living Bible mengartikan kemurtadan sebagai “pemberontakan yang besar”, sementara Alkitab Jerusalem  memberikan nama yang tepat untuk era ini: “Pemberontakan Besar.”

Sebagaimana kita memandang pemenuhan dari banyak nubuatan-nubuatan yang lain, mari kita dengan hati-hati mengamati: manusia telah memasuki sebuah masa dari revolusi terbuka dan sekaligus pemberontakan—sebuah kemurtadan—melawan standar moral Tuhan.

Untuk artikel selengkapnya dalam Bahasa Inggris, klik disini.


Pembukaan menuju Perang Dunia II

Kutipan dari Simcha dan Bella Davidov

Hitler merencanakan militernya untuk pengambilalihan Eropa dalam beberapa tahap. Pertama ia mengganti demokrasi Jerman menjadi kediktatoran. Dalam Oktober 1933, Hitler menarik diri dari Liga Bangsa-Bangsa. Dalam bulan-bulan berikutnya, Hitler menggandakan jumlah Tentara Jerman 3 kali lipat dan mengabaikan pembatasan senjata yang telah dipaksakan oleh Perjanjian Versailles.

Di tahun 1935, ketika itu suasana tenang dimana tidak ada aksi yang terjadi untuk melawan Jerman, Hitler memutuskan untuk mengirim pasukan Jerman ke Rhineland, di perbatasan Perancis – sebuah area tanpa militer dibawah Perjanjian Versailles. Pemerintah Perancis keberatan karena pasukan ada di perbatasan mereka, tetapi tidak ingin untuk mengambil tindakan tanpa dukungan dari Inggris. Pemerintah Inggris berpendapat akan menentang perang atas masalah ini.

Hitler kemudian bergerak untuk membuat Austria menjadi bagian dari Jerman. Pada bulan Maret 1938, Konselor Austria Schuschnigg, yang menentang Hit ler, berhenti dan digantikan oleh pemimpin Partai Nazi Austria Seyss-Inquart, who mengundang Tentara Jerman untuk menempati Austria dan menyatakan penyatuan dengan Jerman pada bulan berikutnya.

Hitler selanjutnya bergerak untuk mengambil alih daerah Sudetenland di Cekoslovakia. Hitler tidak menerima jawaban tidak bahkan ketika Perdana Menteri Inggris Chamberlin mengatakan kepadanya bahwa rencana menginvasi Cekoslovakia tidak dapat diterima.

Pada tanggal 29 September 1938, Hitler, Chamberlain, Perdana Menteri Perancis Daladier dan Perdana Menteri Italia Mussolini menandatangani Perjanjian Munich yang memberikan Sudetenland kepada Jerman. Sebagai imbalannya, Hitler berjanji tidak akan meminta daerah territorial selanjutnya di Eropa. Pimpinan daerah Cekoslovakia memprotes, tetapi pada tanggal 1 Oktober 1938, Jerman menginvasi Sudetenland.

Chamberlain takut apabila kehancuran perang modern membawa dunia barat dan kemungkinan pengambilalihan komunis. Perkataan pribadi Hitler selepas pertemuan itu: “Rekan Chamberlain ini gemetar ketakutan ketika saya mengucapkan kata perang.”

Rencana Hitler berikutnya adalah mnyerang Polandia. Untuk melakukan itu Hitlermenandatangani perjanjian mileter dengan Stalin. Pakta Nazi-Sovyet mengambil dunia dengan penuh kejutan. Fasis dan komunis selalu menjadi musuh. Namun, baik Hitler dan Stalin adalah oportunis yang berusaha untuk membagi Polandia diantara mereka. (Kemudian, Hitler melanggar perjanjian ini dan pergi berperang melawan Rusia.)

Agustus 1939, Hitler menuduh Polandia untuk menyerang Jerman dengan memiliki sebuah kelompok tahanan kamp konsentrasi dengan mengenakan seragam Polandiamenembak dan kemudian ditempatkan tepat di perbatasan Jerman. Itulah alas an Hitler menyerang Polandia pada tanggal 1 September 1939. Perang Dunia II telah dimulai.

Untuk artikan selengkapnya, klik disini.


Kembali ke Artikel 2011


Mari BERDOA untuk pelayanan penginjilan kami di Israel, menumbuhkan jemaat Messianic, pusat latihan pemuridan, pujian nubuatan dan pendoa-pendoa Ibrani, dan bantuan keuangan bagi yang membutuhkan.