Cetak Ini | Kembali ke Artikel

logo

Pelayanan Revive Israel

©November 19 Pelayanan Revive Israel

Statistik Anak-anak Israel

Di tahun 2010 terdapat 2,53 juta anak-anak di Israel (dibawah usia 17). Dari jumlah tersebut 1.759 juta diantaranya adalah Yahudi (- sisanya adalah Arab). 166,000 anak-anak lahir tahun lalu (-120.000 Yahudi).

Tiga nama anak laki-laki terbanyak adalah Noam, Itai dan Uri. Tiga nama anak perempuan terbanyak Noah, Shira dan Maya. Dalam 10 nama anak laki-laki terbanyak, Abraham, Issac, Jacob, Moses dan Joshua tidak termasuk (- sosok utama Alkitab hanya David dan Daniel). Dalam 10 nama anak perempuan terbanyak, Rebecca, Rachel, Deborah dan Esther tidak termasuk (- sosok utama Alkitab hanya Sarah).

Sekitar ¼ dari populasi Israel adalah orang-orang yang religius. Mereka memberi anak-anak mereka nama-nama Alkitab dalam persentase yang sangat tinggi. Artinya populasi sekuler agak ekstrim dalam menghindari penggunaan nama-anaka Alkitabiah untuk anak-anak mereka. Ini mungkin saja hanya sebuah modus sosial yang ringan, tetapi lebih cenderung merupakan sebuah sekretakan yang tumbuh diantara kaum sekuler dan religius, dan reaksi melawan budaya agama Yahudi oleh kaum sekuler.

Satu statistik yang mengejutkan adalah bahwa 15% dari anak-anak Israel tumbuh dalam rumah dengan 1 orang tua. Melihat bahwa sangat sedikit tingkat perceraian di kalangan orang Arab dan agama Yahudi, angka ini meningkat melebihi 20% untuk penduduk sekuler.

Statistik lainnya yang mengejutkan: 28%dari anak-anak yang berada dalam system pendidikan bersekolah di sekolah Yahudi ultra-ortodox. Tingkat kelahiran untuk agama Yahudi  lebih tinggi dari pada kaum sekuler; dan tingkat kelahiran ultra-orthodox lebih tinggi dari agama modern. Mengingat bahwa banyak dari kaum ultra-orthodox yang tidak bekerja, membayar pajak, melayani tentara atau mendukung pemerintahan Israel, stastistik ini menekankan pada sebuah peningkatan krisis untuk mengguncang masyarakat Israel, politik dan ekonomi.


Uang untuk Mesjid?

Didalam suplemen akhir pekan Maariv, Ben Dror Yemini mengutip dari Menteri Luar Negeri Norwegia sebagai respon dari permintaan Arab Saudi tahun lalu untuk membangun Mega Mesjid: “Ketika harinya datang bahwa anda akan menerima bantuan donasi untuk membangun sebuah gereja di Arab Saudi, kami akan menerima bantuanmu untuk membangun sebuah mesjid di Norweygia. Ini sederhananya.


Apakah Yeshua itu Tuhan?

Apakah Yeshua itu Tuhan? Pertanyaan ini telah diperdebatkan selama selih dari beberapa tahun terakhir dengan kepemimpinan Yahudi Messianik di Israel. Setiap orang disini percaya bhawa Dia itu mulia. Namun apakah tepat untuk menunjuk Dia sebagai “Tuhan” ketika sebagian besar catatan didalam perjanjian Baru menunjuk Yeshua sebagai “Anak Allah”, sementara kata “Tuhan” hanya menunjuk pada Bapa Surgawi?

Pernyataan iman yang besar dari Simon Petrus (Matius 16:16) menunjuk kepada yeshua sebagai “Mesias, Anak Alah yang Hidup”. Sulit untuk menemukan sebuah pernyataan langsung bahwa “Yeshua adalah Tuhan” dalam berbagai Injil sipnotik atau Kitab Kisah Para Rasul. [saya perhatikan hanya 6 pernyataan dalam Perjanjian Baru: Yohanes 1:1, Yohanes 20:28, Roma 9:5, I Timotius 3:16, I Yohanes 5:20, Wahyu 1:8]

Ada sebuah perkembangan dalam pemahaman rasul-rasul akan ke-Ilahian Yeshua dari Injil menuju kitab Wahyu. Perkembangan ini terdiri dari tiga tahapan yang utama:

  1. Injil sinoptik dan Kitab Kisah Para Rasul – Yeshua sebagai Mesias dan Anak Allah.
  2. Surat-surat kepada Gereja-gereja – Kepenuhan Tuhan yang bersemayam di dalam Yeshua sebagai Kristus (Kolose2:9, Ibrani1:3)
  3. Wahyu dan tulisan-tulisan Yohanes – Tuhan sebagai “Aku adalah” dalam kitab Taurat dan para nabi.

Tingkat yang pertama secara khusus diberikan kepada Petrus (Simon); tingkat kedua kepada Paulus (Saulus); dan tingkat yang ketika kepada Yohanes (Yochanan). Petrus menerima pewahyuannya di Kaisarea Filipi di kaki lembah Gunung Hermon di sebelah utara Israel. [“Sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapaku yang di sorga.” – Matius 16:17.] Paulus menerima nya dengan menjadi dibawa ke sorga dalam sebuah “pengalaman diluar tubuh” (II Korintus 12:1-4). “Aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus” – Galatia 1:12.

Yohanes menerima pewahyuannya di Pulau Patmos: “Inilah wahyu Yesus Kristus” – Wahyu 1:1. Kitab Wahyu bab satu adalah titik balik untuk mengerti tentang ke-Ilahian Yeshua. Dalam pasal ini Yeshua  tampak dalam bentuk Malaikat YHVH dari Perjanjian Lama. Pewahyuan ini memberi dampak pada seluruh tulisan Yohanes.

[Yohanes 8:6 memberi petunjuk Yeshua sebagai salah satu jari yang terukir pada Sepuluh Perintah Tuhan (Keluaran 31:18, Daniel 5,5, 24); Yohanes 8: 56 menunjuk Yeshua sebagai salah satu yang makan bersama Abraham, (Kejadian 18); Yohanes 8:58 (dan semua pernyataan “Aku adalah”) sebagai Sosok yang muncul dalam rumput yang terbuka; Yohanes 12:41 sebagai Raja yang dimuliakan yang muncul  kepada Yesaya (6:1-5); Wahyu 1:13-16 sebagai malaikat yang menyala-nyala yang muncul kepada Daniel (10:4-10); Wahyu 19:11-13 sebagai pemimpin pasukan Kerajaan sorga yang muncul kepada Yosua (5:13-15).]

Hal ini hanyalah dengan memandang Yeshua sebagai Malaikat YHVH dalam kitab Taurat dan kitab para nabi kita dapat memahami identis lengkap-Nya.


Kembali ke Artikel 2011


Mari BERDOA untuk pelayanan penginjilan kami di Israel, menumbuhkan jemaat Messianic, pusat latihan pemuridan, pujian nubuatan dan pendoa-pendoa Ibrani, dan bantuan keuangan bagi yang membutuhkan.