Cetak Ini | Kembali ke Artikel

logo

Pelayanan Revive Israel

©Oktober 22 Pelayanan Revive Israel

Selamat Datang, Gilad

Asher Intrater

Selama 20 tahun saya tinggal di Israel, saya tidak pernah melihat hati masyarakat begitu tersentuh, sangat lembut dan sangat bersatu. Gilad jelas bukan Sang Penyelamat. Tetapi ada sesuatu pada penampilannya dan juga sikap yang mengingatkan kita pada gambaran hamba yang menderita, Mesias.

Penderitaan yang dalam terlihat dari matanya; tubuhnya yang hancur yang tetap bertahan untuk tetap berdiri tegak; tangannya yang harus memegang pegangan saat ia hanya menuruni beberapa anak tangga… dan kejelasan pikirannya;  sosok elegan dan bangsawan; tangannya yang terangkat saat  penghormatan militer ketika bertemu dengan Perdana Menteri.. tidak ada mata yang kering di negeri ini.

Ia dibawa keluar dari penangkapan Ahmed Jabari (kepala bagian sayap teror Hamas) dan oleh Raad Atar (yang  merekayasa penculikan): ia terlihat seperti domba yang akan disembelih. Namun tidak ada tanda-tanda untuk mengeluh. Senyuman anak kecilnya dan juga keberaniannya berkata pada semua, “Saya akan baik-baik saja.”

Lantas ada sebuah wawancara yang buruk oleh media Mesir. Setelah 5 tahun 4 bulan atas isolasi kurungan dan gizi buruk , ia ditanya apakah ia bersedia bekerja untuk membebaskan tahanan Palestina. Ia menjawab bahwa ia ingin mereka bebas jika mereka tidak melanjutkan tindak kekerasan terhadap Israel lagi. (Stasiun berita BBC memotong paruh kedua kalimat dalam siaran mereka.)

Israel sangat menghargai kehidupan melampaui kematian: Sebuah jiwa yang tidak bersalah ditukar dengan seribu penjual kematian. Itulah perbandingannya. Kehidupan seorang pria ini sangat berharga, sampai semua orang di sini dengan mudah tidak mengacuhkan kebebasan para pembunuh dengan darah di tangan mereka. Biarkanlah dunia merayakan kematian itu; kita akan merayakan saat keakraban ini sebagai sebuah keluarga.

Gerakan “pembebasan Gilad” terutama berhaluan kiri, sementara Netanyahu lebih berhaluan sayap kanan. Sampai kemarin ada divisi politik diatas isu yang ada. Tetapi saat Netanyahu dan Gilad berpelukan satu sama lain, kita menjadi satu keluarga. Jika Gilad adalah simbol dari Mesias sebagai hamba yang menderita, Perdana Menteri Israel adalah simbol dari Mesias sebagai penguasa yang memerintah. Sebagaimana mereka berdua bersama-sama, bangsa pun menjadi satu dalam kesatuan.

Pada hari yang sama saat Gilad sampai di rumah, Hari Raya Pondok Daun yang merupakan “Barisan Yerusalem” tahunan diadakan. Ribuan peziarah Kristen dari penjuru dunia (dipimpin oleh Kedutaan Besar Kristen Internasional) berbaris melawati seluruh Yerusalem, menyanyikan pujian kepada Yesus dan mengungkapkan kesolidaritasan mereka kepada orang-orang Yahudi.

Hari berikutnya ditandai dengan  “Simchat Torah” (hari besar terakhir dari Perayaan tersebut – Yohanes 7:37), yang mana ribuan orang Yahudi di seluruh dunia menari dengan gulungan Taurat. “Maka semua orang yang tinggal dari segala bangsa yang telah menyerang Yerusalem, akan datang tahun demi tahun untuk sujud menyembah kepada raja, Tuhan semesta alam, dan untuk merayakan hari raya Pondok Daun.” – Zakharia 14:16.

Dalam bahasa Ibrani, Baruch Haba, “terberkatilah dia yang datang,” memiliki dua makna. Dalam bahasa Ibrani modern, kata tersebut berarti “Selamat Datang.” Dalam Alkitab Ibrani (Mazmur 118:26, Matius 21:9, 23:29), ini adalah nubuatan akhir zaman, menyambut kedatangan Mesias. Halaman depan dari surat kabar terbesar di Israel mamasang gambar wajah Gilad dan judul utama, Baruch Haba. “Selamat datang, Gilad.”


Siapa yang Makan Siang bersama Abraham?

Buku terbaru yang sudah ditunggu-tunggu dari Asher, “Siapa yang Makan Siang dengan Abraham?” baru saja tiba. Buku tersebut menganalisa tampilan Yeshua sebagi Malaikat Tuhan dari Hukum Taurat dan Para Nabi, melalui kitab Wahyu. Buku ini dijamin akan menginspirasi dan menantang pengertian anda akan keabadian dari Yeshua Sang Mesias dan pewahyuan progresif Alkitab secara keseluruhan.

Ide utama dari buku ini dikembangkan bukan hanya dengan pembelajaran bertahun-tahun mengenai tulisan Ibrani, namun juga dalam pengalaman di kehidupan nyata dari berbagi Injil dengan Yahudi Ortodoks di Israel. (Belum lagi banyak berdoa dan syafaat.)

Jangan lewatkan buku ini. Pesanlah untuk anda sendiri dan juga kirimkan pada para sahabat. Untuk pemesanan, klik

Dari halaman sampul belakang:

Dapatkah Saudara melihat Tuhan?

Ada sebuah figur yang muncul pada Kitab Ibrani. Terkadang Ia merujuk sebagai Malaikat Tuhan, terkadang sebagai Tuhan itu sendiri, dan terkadang sebagai “Anak Manusia.” Penampakan dari sosok ini menuntut penilaian kembali akan pandangan dunia Yahudi-Kristen klasik.

Kutipan dari rekomendasi-rekomendasi:

Asher  menunjukkan pandangan penting mengenai tempat abadi dari Mesias dalam kedua cara yang akurat dan dapat diakses.

Dr. Michael Brown, Direktur, FIRE School of Ministry
…sebuah perjalanan dari Kejadian sampai Wahyu untuk mempelajari hubungan antara Malaikat Tuhan pada Perjanjian Lama dan Mesias pada Perjanjian Baru…
Jane Hansen Hoyt, Direktur, Aglow International
Asher memiliki pewahyuan dari Yang Maha Tinggi dan kasih bagi umat Tuhan,  baik Yahudi dan bukan Yahudi…
Francis Frangipane, Dalam Pelatihan Gambar Kristus
Ini  adalah salah satu buku yang paling menginspirasi dan berwawasan yang pernah saya baca. Saya sangan merekomendasikan buku ini untuk semua orang…
Mike Bickle, International House of Prayer, Kansas
Asher telah menjadi sahabat saya yang terkasih selama tiga puluh tahun, dan saya terus menerus terdorong dan tertantang oleh kehidupan dan pengajarannya…
 Paul Wilbur, Artis Integrity Recording
Pesan ini akan semakin penting sebagaimana Gereja paham mengenai Yesus (Yeshua) dari sudut pandang seorang Yahudi…
Don Finto, Pastor Emeritus, Gereja Belmont


Kembali ke Artikel 2011


Mari BERDOA untuk pelayanan penginjilan kami di Israel, menumbuhkan jemaat Messianic, pusat latihan pemuridan, pujian nubuatan dan pendoa-pendoa Ibrani, dan bantuan keuangan bagi yang membutuhkan.