Cetak Ini | Kembali ke Artikel

logo

Pelayanan Revive Israel

©Agustus 14 Pelayanan Revive Israel

Khotbah Terakir Kristus

Oleh Asher Intrater dan Eddie Santoro

Alkitab ditulis oleh orang yang berbeda dari generasi yang berbeda. Bagaimanapun juga, mereka semua diarahkan dan diilhami oleh Roh Kudus yang sama. Oleh karena itu setiap bagian dari Alkitab memiliki gaya yang berbeda sesuai dengan penulisnya, dan memiliki penekanan nilai sejarah yang berbeda sesuai dengan generasi yang tertulis di dalamnya. Alkitab juga memiliki kesatuan tema dari awal hingga akhir karena disatukan oleh pewahyuan Roh Kudus.

Tema dari kerajaan Tuhan dikembangkan melalui Alkitab dalam pewahyuan yang selalu berkembang. Dalam pasal yang paling akhir, Yesus mungkin memberikan khotbah paling singkat sepanjang masa, namun mengulanginya sebanyak tiga kali

Wahyu 22:7 – "Aku datang segera."

Wahyu 22:12 – "Aku datang segera."

Wahyu 22:20 – "Aku datang segera."

Kita mendekati pemenuhan dari ayat-ayat ini. Alkitab pertama kali diterbitkan dalam bentuk cetak pada tahun 1450-an. Hanya di generasi kita, Alkitab telah disebarkan diseluruh Cina dan Asia Tenggara. Ayat-ayat ini merupakan peringatan terakhir, khotbah terakhir.

Kita menaati kata-kata yang terdapat dalam Kitab Suci (ayat 7). Kita mengetahui bahwa setiap orang akan diberkati atau dihukum sesuai dengan apa yang telah dilakukannya (ayat 11). Kita dipersiapkan untuk mengundang Yesus agar datang kembali (ayat 20). Kata “segera” merujuk pada pentingnya untuk selalu siap.

Waktunya sudah dekat. Setiap generasi berkhotbah mengenai pesan kerajaan dalam keadaan sejarah pada zaman mereka. Musa memimpin bangsanya keluar dari Mesir; Yosua menaklukkan tanah Kanaan, Daud mendirikan kerajaan, Salomo membangun Bait Allah, Yeremia menubuatkan kehancuran Yerusalem, Zakharia dan Zerubabel mengembalikan sisa-sisa kehancuran. Yohanes Pembaptis memperkenalkan kedatangan Yesus yang pertama. Petrus membawa Injil ke Israel, Paulus mendirikan Gereja internasional.

Sekarang kita menjelang Kedatangan Kedua. Apakah panggilan Tuhan pada awal pemenuhan nubuat akhir zaman untuk generasi ini? Fokus penginjilan sekarang adalah untuk mempersiapkan Kedatangan Kedua. Pesan ini sangat penting.


Jangan Khawatir

Kutipan dari Francis Frangipane

Yesus memperingatkan bahwa, di akhir zaman ini, dunia ini akan berhadapan dengan trauma. Akan ada perang, gempa bumi, dan banyak bencana lainnya. Namun, berdasarkan pengajaran-Nya, Ia berkata, “Janganlah terkejut” (Lukas 21:9). Ia juga berkata bahwa, dikarenakan keadaan dunia, hati manusia akan cemas “ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini” (Lukas 21:26).

Pertimbangkan dunia kita: Perang dan teror yang melanda dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Bursa saham dan ekonomi kita terus naik dan turun seperti roller coaster. Kita memiliki banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai masa depan yang menambah faktor stress/tekanan.

Jika saudara ingin mengetahui seberapa tertekannya saudara, lihatlah watak saudara saat mengemudi. Jika saudara selalu melampaui batas kecepatan, hal ini menunjukkan kurangnya ketenangan jiwa saudara. Tekanan tambahan pada pedal gas tersebut terus terjadi dalam hati anda sepanjang hari, tidak hanya saat saudara mengemudi.

Saya tidak menyarankan kita untuk menjadi pasif. Bagaimanapun juga, saya mengatakan bahwa kita harus mengabaikan rasa takut dan kecemasan yang datang dari ketidakpercayaan pada Tuhan. Mesias kita adalah “Immanuel”, yang berarti “Tuhan beserta kita.” Yesus berjanji akan menyertai kita, “senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20).

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lebut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Matius 11:28-30).

Untuk pengajaran Francis lainnya dan untuk membaca artikel lengkap (dalam Bahasa Inggris), klik


Membandingkan Israel dan Siria

(Kutipan dan terjemahan dari Ben Dror Yemini, Maariv, 8-12-2011)

Beberapa bulan sekarang Presiden Assad dari Siria mengadakan kampanye untuk membantai orang-orangnya sendiri. Jumlah korban lebih dari 2000 jiwa – lebih banyak daripada yang tewas di Gaza selama “Operasi Cast Lead” Israel.

Di Siria para demonstran mecari kebebasan dan demokrasi. Di Gaza, setelah penarikan pasukan Israel, Hamas memberlakukan asas Muslim untuk memerangi teror, dan meluncurkan roket ke pusat populasi penduduk di Israel.

Di seluruh Eropa dan Amerika Serikat, unjuk rasa untuk memerangi Israel atas “pembantaian” di Gaza (dimana tidak pernah dilakukan Israel) tidak terhitung lagi jumlahnya. Para demonstran bertindak murni berdasarkan nilai Koalisi Green-Red (Islamis dan sayap kiri).

Sekarang, sebaliknya, semua bungkam. Anggota dari koalisi Islam-kiri, yang mana sangat bersemangat saat berunjuk rasa melawan Israel, dan menyamar sebagai “pembela hak asasi manusia”, sekarang melatih “sisi kanan” mereka untuk tetap diam.

Mereka memprotes melawan Israel, yang membela diri; tetapi tidak melawan Assad saat ia membantai rakyatnya sendiri. Apa yang bisa menjadi alasan untuk perbedaan ini?


Unjuk Rasa Warga Israel

Sementara itu, sepuluh ribu warga Israel melanjutkan turun ke jalan dengan tenda-tenda dan berunjuk rasa melawan biaya hidup, terutama harga perumahan. Hampir semua orang memiliki kesulitan keuangan. Biaya-biaya melonjak karena pengeluaran keamanan, dukungan dari komunitas agama ultra-ortodoks , dan karena perseteruan politik antar partai politik.

Caleb Meyers, dari Institut Pengadilan Yerusalem, menuliskan: “Di saat saya melewati tenda-tenda di tengah kota, saya dipenuhi dengan kebanggan nasional bahwa sistem demokrasi di Israel telah berjalan dengan efektif dan logis selama lebih dari 60 tahun. Unjuk rasa ini mengambil tempat pada hari yang sama dengan saat Presiden Assad membunuh 140 orang warganya sendiri karena memprotes pemerintahan.”

Untuk informasi selanjutnya dalam JIJ (dalam Bahasa Inggris), klik: http://www.jij.org.il/

Di Israel, unjuk rasa yang terjadi adalah membela keadilan sosial. Namun beberapa unjuk rasa memiliki motif politik untuk menyerang Netanyahu dan partainya. Kebutuhan atas  perubahan ekonomi sangat nyata, namun beberapa demonstran mencari hal yang lebih untuk festival musim panas (seperti perkotaan, Israeli Woodstock).  Marilah kita berdoa untuk keadilan sosial yang sesungguhnya.


Kembali ke Artikel 2011


Mari BERDOA untuk pelayanan penginjilan kami di Israel, menumbuhkan jemaat Messianic, pusat latihan pemuridan, pujian nubuatan dan pendoa-pendoa Ibrani, dan bantuan keuangan bagi yang membutuhkan.